TOP

Penjajahan orang jawa

Tulisan ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk memancing unsur sara, hanya menyampaikan pengalaman saja.  Di kantor perwakilan pontianak, kantornya tidak terlalu besar, itupun masih menumpang di lantai satu pada kantor salah satu departemen yang mengurusi hutan. Pada saat break siang, sempat jalan2 ke wisma di belakang kantor, sekilas ada dialog antar seorang tukang bangunan dengan salah satu staff kantor.  “Iku kayune digraji semono wae” “Inggih pak”  Weelah, iki Pontianak opo Jowo sih? kok orangnya pake bahasa jawa? Jian.. Sempet tercetuk kalimat itu kepada temenku, dia bilang itu adalah salah satu bentuk penjajahan orang jawa. Bener nggak ya? Tapi sebenarnya sama saja, di Pulau Jawa pun sebenarnya terdapat banyak sekali suku luar jawa yang bekerja dan tinggal di sana.  “Dan Kami menjadikanmu bersuku-suku dan bergolong-golongan agar kalian saling mengenal”

14 comments. Leave a Reply

  1. baco

    iya mas, kalian itu org jawa sudah menjajah daerah lain di indonesia, semua lini harus dikuasai tapi managementnya bobrok, korup, mudah di suap dan kebanyakan tukang santet….. harusnya kalian itu menentukan nasib sendiri alias merdeka !!!!!

    thx

  2. agus

    betul, kami juga orang Sunda sudah muak dengan orang Jawa. Mereka betul-betul penjajah, dulu kita dijajah portugis, spanyol, inggris, belanda, jepang, he skrg orang jawa. mereka suka memaksakan berbahasa sendiri di negeri orang, semua bidang di indonesia dikuasai mereka, parah bener. itulah ulah kaum kejawen.

  3. ali muhdhor

    aku pikir enggaklah,jawa bukan penjajah,dari jabatan presiden sampai rt terbuka untuk semua suku di indonesia,jadi silakan kita berlomba saja,indonesia milik bersama…silakan,

  4. rahmat

    rata-rata koruptor gede kenapa nama2 jawa semua ya rata2….

  5. budi setyono

    Jangankan kalian orang2 non-jawa, aku yang orang jawa sendiri muak menjadi orang jawa; serakah, penuh basa basi / pekewuh.
    lebih baik nkri bubar, silahkan tiap suku membentuk negara, daripada negara besar tapi sing dadi pejabat podo korup kabeh. wong kere ra direken.

  6. non jawa

    Dulu aku tidak benci orang jawa. Tapi sekarang setelah mengalami sendiri, aku menyimpulkan pada umumnya orang jawa (kecuali sedikit) adalah suku yang aniaya. Mereka itu licik, zalim terhadap yang lemah, serakah dan penuh hawa nafsu, Dari luar saja kelihatan baik. Lihat saja nasib Aceh dan Irian Jaya hanya dimanfaatkan orang jawa Hasil bumi dari daerah di luar Jawa diangkut untuk membangun Jawa, yang didapat daerah itu hanya sisa2-nya. Sampe kiamat ndak bakal ada presiden Indonesia yang bukan berdarah Jawa.

  7. tomo

    kalau indonesia sedang sengsara, maka semua suku adalah bangsa indonesia dan harus saling bantu-membantu. tapi kalau indonesia senang, maka hanya suku jawa saja yg pantas dianggap orang indonesia, suku non jawa harap minggat begitu yg saya simpulkan dari kondisi bangsa indonesia

  8. John Lennon

    hm, posting2 spt diatas yg menyebabkan perpecahan, memalukan…gampang diadu domba.

  9. semua jabatan di Indonesia memang katanya terbuka utk semua suku tp bisa menjabatnya kan belum terbukti.suku lain memang ada di p. jawa tp mereka sbg apa?dan sebanyak apa?bandingkan dgn jawa..dari pekerja biasa sampai pejabat PNS dan yg dominan terlihat sekali ada di TNI POLRI adalah org jawa.
    di banjarmasin,sebuah proyek yg belum selesai diluar jadwal mengharuskan penambahan tukang -yg mayoritasnya jawa- kemudian molor lg karena menunggu tambahan tukang dari jawa.padahal banyak org asli banjarmasin yg tdk punya kerja dan bisa bertukang tp krn pihak PNS yg mengadakan proyek adalah jawa maka yg menjadi kepala proyek juga jawa yg juga mencari tukang dari kalangan jawa.jadi maaf,justru pemerintah indonesia jawa lah yg memprovokasi terjadinya disintegrasi dan separatisme.pepatah dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung tdk lg berlaku bagi bangsa jawa.saya jg teringat bgmana komandan militer mewajibkan prajuritnya memakai batik jawa bukanx memakai batik motif lokal daerah.

  10. anton padagi

    saya rasa karma akan berlaku bagi bangsa jawa yang selalu semena-mena terhadap suku2 minoritas
    mentang2 jumlah kalian mayoritas di negara jawanesia ini kalian berbuat sesuka hati kalian
    kalian sedot kekayaan alam sumatera,kalimantan,papua dan semua pulau luar jawa.
    penduduk aslinya kalian biarkan miskin,bodoh supaya mudah dijajah dan ditipu.
    orang2 jawa dibawa ke luar jawa dengan transmigrasi,alasannya sih pemerataan penduduk.
    padahal maksudnya pemerataan penduduk suku jawa tinggal diluar jawa.
    transmigrasi ini malah mempersempit ruang hidup baik tanah maupun pekerjaan bagi suku2 asli di luar jawa.
    orang jawa dapat tanah gratis dengan menyerobot tanah penduduk asli,
    penduduk asli pun digusur,kalau tidak mau minggat ditembak aparat jawa alias tni dan polri.
    jawa2 pun dapat pekerjaan di tiap perkebunan dan pertambangan,lalu terjadilah pemecatan penduduk asli setempat.
    penduduk asli akhirnya kehilangan pekerjaan,tanah pun sudah tiada.perlahan penduduk asli kelaparan karena susah makan,
    penyakit pun datang,mau berobat tidak punya uang.jangankan beli obat,makan aja susah karena tak punya uang.
    lagian beli barang produk dalam negeri harganya sampai 7 kali lipat lebih mahal dari yang dijual di jawa .
    mau beli barang di perbatasan yang harganya 10x lebih murah,tapi perbatasan sudah ditutup.
    selain itu,jalan2 dan fasilitas di pedalaman tidak memadai,contoh sampai detik ini jalan2 di kalimantan
    dan transkalimantan tidak diperhatikan negara. negara hanya memperhatikan batas wilayah,patok perbatasan,dsb.
    yang diurusi cuma wilayah,kekayaan alam,penduduk dari suku jawa dan kepentingan pejabat jawa.
    itulah pemerintah negara jawa,cuma memperhatikan orang jawa.rakyat non jawa adalah sampah di mata suku jawa.
    jawa tak punya hati nurani harus belajar banyak sejarah di dunia.
    penjajahan satu bangsa terhadap bangsa lain pada akhirnya akan ketahuan,sehalus apa pun caranya.
    karena Tuhan maha adil bagi suku2 tertindas di muka bumi.contoh pada jaman penjajahan romawi terhadap suku2 di benua eropa.
    pada akhirnya suku2 di eropa memberontak melawan penjajahan romawi dan mendirikan kedaulatannya masing2.
    contoh kedua uni soviet,banyak ketidakadilan dan penindasan terhadap bangsa2 minoritas didalam uni soviet dan akhirnya uni soviet runtuh.
    negara yang multietnis dan didalamnya terjadi ketidakadilan pada suku minoritas dan lemah tidak akan bertahan lama.
    jawa memang mayoritas,bahkan mencapai 80%.tetapi ingat Tuhan berpihak pada ratusan suku2 minoritas yang dijajah oleh jawa.
    tanpa kebaikan hati suku non jawa yang menyumbangkan tanah dan kekayaan alamnya untuk rakyat jawa dan negara jawa,
    bangsa jawa pasti sudah mati kelaparan.

  11. jawancok

    suku jawa suku yang tak tau terima kasih.di kasih hati minta jantung.orang jawa datang ke sumatera,kalimantan,papua,dianggap sebagai raja..tapi malah kebaikan hati penduduk asli disalahgunakan.udah dapet tanah,rumah,pekerjaan.malah menggusur penduduk asli dari tanahnya.
    rasain lo,orang mu ditembak.itu lah akibat rasis,,semua tenaga kerja yang dipakai negara cuma orang jawa.negara jawa tak akan bertahan lama.

  12. non - jawa

    Pengalaman saya bergaul dengan org jawa dan suku sy sendiri… saya tidak bisa mengatakan bahwa semua org jawa itu jelek (generalisasi) krn ada jg yg bagus… tp memang kebanyakan banyak istilahnya unggah-ungguh tp sebetulnya tidak niat… ini yg saya tdk suka… juga kadang2 keluar perkataan yg tdk seharusnya diucapkan krn menurut sy ucapan itu sangat sukuisme… dulu pernah waktu terjadi kerusuhan di kalimantan antara suku bugis letta dgn tidung… trus teman sy org jawa bilang bagus, nanti kayak madura bugis pergi dari kalimantan, suku jawa berkuasa… di kampung sy jg ada pertambangan gas. Posisi yg bagus didominasi org jawa, pribumi kebanyakan cuma jadi supir padahal banyak jg pribumi yg berpendidikan jd tdk seharusnya mayoritas dari jawa paling tidak kalaupun ada dari jawa itu tidak seharusnya lebih banyak dari penduduk asli… menurut saya sebaiknya indonesia ini cukup pulau jawa saja, saya juga yakin org jawa tidak betah lama2 di luar jawa, kalau pulau jawa sj kan tidak repot mengurus negara yg terlalu besar… jadi nanti kayak sumatera, kalimantan, sulawesi, papua dan pulau2 lain silahkan menentukan nasib sendiri… dan tdk ada iri2 an lg…oh iya yg korup itu bukan cm dari org jawa tp dari suku2 lain, cuma memang mayoritas jawa (mungkin krn penduduknya jg paling banyak)… saya cinta indonesia tapi jauh lebih baik bila indonesia ini pulau jawa sj, krn sy pribadi sendiri sdh bosan dengan keadaan yg bobrok… jadinya jawanesia aja…

  13. Yusupov

    Semua adalah kodrat, alam menghendakinya demikian. Kalau misalnya bukan orang Jawa yang memenuhi negeri ini, misalnya orang suku Anu maka dengan segala kondisi SDA nya tidak seimbang dengan jumlah manusianya, merekapun akan berbuat sama menjajahnya. Bisa2 lebih parah lagi. Pak Mahfud bilang Undang2 boleh jadi hasil kompromi politik ditataran pembentuknya dan akan merugikan sisi keadilan itu sendiri. Sekarang kita bisa lihat betapa menguntungkan embel2 bhinneka tunggal ika dan Undang2 45 pasal 33 bagi orang Jawa. Lihat pembangunan di Jawa, infrastrukturnya luar biasa dan terus ditambah. Irigasi, jalan toll, listrik dll. Bentar lagi ada kereta peluru.Jakarta Surabaya. Latah barngkali. Kalau saya orang Jawa saya akan bilang, kapan lagi kita keduk hasil daerah lain untuk mempersiapkan negeri kita, kalau tidak sekarang. Ramalan Joyoboyo aja bilang bahwa suatu saat Nusantara akan terbelah persis kira2 seperti Yugoslavia dijaman Tito. Sebagai proses alam itu pasti akan terjadi. Pasti dan tunggu. Bayangkan kalau itu terjadi nanti. Mampus kita.. Ada lagi yang lain, orang2 besar seakan harus “O”. Apalagi petinggi militer dan polisi. Nama2 kampung diluar Jawapun banyak yang diubah menjadi Karang Rejo, Sidomulyo, Sukamaju, Purwodhadhi, dll. Jawanisasi sangat jelas sedang terus terjadi. Singkat cerita, jangan salahkan orang Jawa. Yang salah adalah bentuk pemerintahan Indonesia yang tidak sesuai dengan alamnya yang ribuan pulau. Pembangunan akan dengan sendirinya tidak adil. Kodrat. Tapi coba kalau pemerintahannya berbentuk Negara Federal seperti Malaysia, India. Jangan tanya Amerika dan Jerman. India sebenarnya negara miskin. Tetapi mereka aman damai kecuali sedikit di Kasymir. Tidak ada separatisme. Bentuk Federal akan memacu kemajuan. Tiap daerah pasti akan berpacu untuk maju. Negara Federal ibarat kapal tanker yang ruangannya disekat sebagai kumpulan bejana berhubungan. Cara ini membuat kapal stabil melawan gelombang besar. Dengan bentuk Federal semua masaalah akan lebih mudah diselesaikan. Percayalah.

  14. Yusupov

    Semua adalah kodrat, alam menghendakinya demikian. Kalau misalnya bukan orang Jawa yang memenuhi negeri ini, misalnya orang suku Anu maka dengan segala kondisi SDA nya tidak seimbang dengan jumlah manusianya, merekapun akan berbuat sama menjajahnya. Bisa2 lebih parah lagi. Pak Mahfud bilang Undang2 boleh jadi hasil kompromi politik ditataran pembentuknya dan akan merugikan sisi keadilan itu sendiri. Sekarang kita bisa lihat betapa menguntungkan embel2 bhinneka tunggal ika dan Undang2 45 pasal 33 bagi orang Jawa. Lihat pembangunan di Jawa, infrastrukturnya luar biasa dan terus ditambah. Irigasi, jalan toll, listrik dll. Bentar lagi ada kereta peluru.Jakarta Surabaya. Latah barngkali. Kalau saya orang Jawa saya akan bilang, kapan lagi kita keduk hasil daerah lain untuk mempersiapkan negeri kita, kalau tidak sekarang. Ramalan Joyoboyo aja bilang bahwa suatu saat Nusantara akan terbelah persis kira2 seperti Yugoslavia dijaman Tito. Sebagai proses alam itu pasti akan terjadi. Pasti dan tunggu. Bayangkan kalau itu terjadi nanti. Mampus kita.. Ada lagi yang lain, orang2 besar seakan harus “O”. Apalagi petinggi militer dan polisi. Nama2 kampung diluar Jawapun banyak yang diubah menjadi Karang Rejo, Sidomulyo, Sukamaju, Purwodhadhi, dll. Jawanisasi sangat jelas sedang terus terjadi. Singkat cerita, jangan salahkan orang Jawa. Yang salah adalah bentuk pemerintahan Indonesia yang tidak sesuai dengan alamnya yang ribuan pulau. Pembangunan akan dengan sendirinya tidak adil. Kodrat. Tapi coba kalau pemerintahannya berbentuk Negara Federal seperti Malaysia, India. Jangan tanya Amerika dan Jerman. India sebenarnya negara miskin. Tetapi mereka aman damai kecuali sedikit di Kasymir. Tidak ada separatisme. Bentuk Federal akan memacu kemajuan. Tiap daerah pasti akan berpacu untuk maju. Negara Federal ibarat kapal tanker yang ruangannya disekat sebagai kumpulan bejana berhubungan. Cara ini membuat kapal stabil melawan gelombang besar. Dengan bentuk Federal negara cepat maju dan semua masaalah akan lebih mudah diselesaikan. Percayalah.

Leave a Reply

Your email is never published nor shared.

You may use these HTML tags and attributes:<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>