TOP

Perjalanan ke Bumi Khatulistiwa

Sore sekitar jam 4, pada saat menjelang acara wawancara dengan peagawai baru, kami mendapat kabar bahwa tiket yang kami dapat adalah jam 6 pagi. Ya ampun, trus aku harus berangkat dari kos setengah lima dong, trus aku bangun jam 4 dong, padahal aku sekarang sedang punya penyakit susah bangun pagi :D Tapi ternyata esoknya aku bisa bangun jam 4, makasih buat temen kosku yang rela mbangunin aku jam segitu. Jam setengah lima aku ketemu salah satu temenku di kantor, trus by taksi kami berdua berangkat ke cengkareng. Sampai di cengkareng jam 5.15, 2 teman yang lain masih blum datang. Kami sholat subuh dulu di mushola bandara. beberapa saat kemudian satu temen datang, tapi masih satu lagi yang belum datang, kami berencana berempat berangkat ke  Pontianak. Akhirnya, teman terakhir datang juga. Pas kami check-in waktu sudah menunjukkan setengah enam lebih, padahal jadwal penerbangan kami jam 6. Petugas checkin sempat memarahi kami, dia bilang lain kali jangan sampai telat karena checkin ditutup jam setengah enam. Trus kami disuruh langsung menuju ke terminal yang bersangkutan dan bagasi langsung kami bawa ke dalam, tidak melalui bagage service. Hehe maaf mbak :D The flight took about one and a half of hour. Perjalanan cukup lancar, tapi sempat memasuki area yang cuacanya kurang baik, sehingga pesawat terasa berguncang-guncang. Tapi untungnya tidak lama. Sayang sekali aku tidak mendapat tempat di sampng jedela, sehingga tidak terlalu  leluasa melihat pemandangan luar. Ini penerbangan keduaku, dulu yang pertama aku terbang malam ke jogja, sehingga tidak bisa melihat pemandangan luar. Beberapa saat menjelang mendarat, kelihatan alam kalimantan yang masih penuh dengan hutan dan sungau yang besar-besar. Sesaat kemudian pesawat mendarat di Bandara Supadio. Bandara ini tidak terlalu besar, sedikit lebih kecil daripada Bandara Adisucipto di Yogyakarta. Sebelum jemputan dari kantor datang, aku sempat ketemu dengan pakdheku yang kebetulan tempat kerjanya tidak jauh dari bandara.  Beberapa saat menunggu, akhirnya jemputan dari rekan di kantor perwakilan pontianak datang. Kesan pertamaku terhadap kota ini adalah tenang dan udaranya menyegarkan, jauh dari kebisingan dan polusi seperti jakarta (jakarta maneh heheh). Pada beberapa lokasi malah masih sangat “ndeso” seperti pacitanku.  Lebih kurang 15 perjalanan akhirnya sampailah kami di kantor perwakilan, berkenalan dengan kepala perwakilan dan kepala sekretariat perwakilan, kemudian langsung go to work.

Leave a Reply

Your email is never published nor shared.

You may use these HTML tags and attributes:<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>