This post is written from Student Internet Center (SIC) FMIPA UGM hueheheh, my memorial laboratory
Dikirimin email dari temen (eh gak tau ding ini email beneran atawa spam), ada semacam personality test ringan, yang ini tentang What’s Your True Color?
Hmmm… and the result is, I’m brown wahahaha
Brown You’re brown, a credible, stable color that’s reminiscent of fine wood, rich leather, and wistful melancholy. Most likely, you’re a logical, practical person ruled more by your head than your heart. With your inquisitive mind and insatiable curiosity, you’re probably a great problem solver. And you always gather all of the facts before coming to a timely, informed decision. Easily intrigued, you’re constantly finding new ways to challenge your mind, whether it’s by reading the newspaper, playing a trivia game, or composing a piece of music. Brown is an impartial, neutral color, which means you tend to see the difference between fact and opinion easily and are open to many points of view. Trustworthy and steady, you really are a brown at heart.
Pusing juga yah bekerja dengan dua komputer. Kadang aku kebingungan mencari file yang paling baru. Kemarin aku nyimpen di komputer kantor atawa di notebook? Lha kok ada semua di kedua komputer, trus yang paling baru mana? Kalau dulu aku pernah melakukan backup menggunakan rsync under linux, aku pikir nampaknya akan bisa juga dilakukan di windows.
Cari-cari tutorial “rsync for windows”, ternyata agak ribet juga. Ada yang nyaranin nginstall cygwin dulu, hayah… Ada pula yang tidak harus pakai cygwin, tapi tetep harus install ssh server, hmm..
Tapi akhirnya nemu juga yang praktiss n cespleng untuk lingkungan windows, yaitu Always Sync. Lumayan banget. Aku hanya perlu ngeset share my document di remote komputer dengan hak read-write, kemudian Always sync akan membandingkan isi folder tsb dengan isi folder my document di komputer local, termasuk dengan timestamp-nya. Sinkronisasi bisa dilakukan satu atau dua arah, disertai fungsi propagate deletion. Persis seperti rsync yang kugunakan untuk membackup file2 di linux dulu.
Cerita ini dituturkan oleh Mohammad Sobari dalam acara KC tadi malam.
===============
Alkisah di sebuah negeri, diceritakan ada seorang raja yang sedang sakit keras. Berbagai macam tabib dan juru sembuh didatangkan untuk mengobatinya, namun tidak menunjukkan perubahan juga. Akhirnya dipanggillah seorang begawan dari gunung embuh untuk mengobati sang raja. Begawan tersebut mengatakan bahwa sang raja bisa sembuh dengan syarat mendapatkan jantung dari seorang manusia istimewa di negeri tersebut.
Singkat cerita, pasukan kerajaan tersebut akhirnya menemukan seorang anak yang diangap sebagai manusia istimewa. Orang tua sang anak tentu saja tidak merelakan anaknya diambil oleh kerajaan apalagi diambi jantungnya untuk sang raja. Tapi prajurit-prajurit kerajaan berbekal undang-undang kerajaan bahwa demi keselamatan sang raja, maka diperbolehkan mengorbankan apapun dan siapapun.
Sampai di kerajaan, sang anak tadi dibawa menghadap sang raja. Sang raja bertanya kepada sang anak, apakah ada pesan-pesan terakhir sebelum dia dieksekusi, sambil meminta maaf kepada anak tersebut karena dia harus berkorban demi rajanya. Sang anak hanya tersenyum. Dan senyum inilah yang justru membuat sang raja risau…
“Kenapa kamu tersenyum wahai rakyatku?” tanya sang raja
“Pada saat-saat seperti ini, paduka yang seorang raja yang seharusnya memberi pengayoman dan keamanan bagi rakyatnya tidak bisa memenuhi kewajiban itu. Justru malah paduka membutuhkan nyawa seorang rakyatnya untuk keselamatan paduka. Tentu saja saya tidak bisa meminta perlindungan lagi kepada raja seperti paduka, tapi saya masih punya pelindung yang maha melindungi yaitu Allah. maka dari itu saya tidak risau dan bisa tersenyum”
================
Menurut Kang Sobari, sebenarnya ceritanya selesai sampai di situ, namun dia memberi ending sebagai berikut
================
Karena senyuman sang anak tadi, sang raja menjadi resah luar biasa dan keesokan harinya memutuskan untuk tidak jadi mengeksekusi si anak kecil, dan membebaskannya untuk pulang ke rumah. Sang raja akhirnya pasrah kalau memang dia sudah ditakdirkan untuk mati saat itu. Tapi ceritanya justru berkebalikan, sang raja justru menjadi sehat dan kembali memimpin kerajaan dengan bijaksana, dan kerajaan tersebut menjadi makmur seperti cerita-cerita yang dulu kita dengar di masa kecil
Bagaimana raja bisa sembuh? Sang anak mungkin adalah orang yang istimewa, karena dia bisa tersenyum di ujung kematiannya. Namun sedikit banyak hal itu mungkin dilatar belakangi karena dia tidak punya pilihan lain. Dia hanya bisa pasrah sehingga dia bisa tersenyum. Beda dengan sang raja, dia punya kekuasaan dan kesempatan untuk mengeksekusi sang anak dan mengambil jantungnya demi kesehatannya, tapi ternyata dia tidak melakukannya karena pertimbangannya sendiri, inilah istimewanya raja tersebut. Sehingga dengan demikian dia tidak lagi membutuhkan jantung si anak istimewa, karena sang raja sendiri adalah orang yang istimewa, dan tentu saja jantungnya adalah jantung orang istimewa. Maka dalam cerita tersebut diceritakan raja sembuh dan bisa memimpin kerajaannya kembali.
Pada Kenduri Cinta tadi malam, Cak Nun malah tidak hadir, setelah pada bulan kemarin dia hadir tanpa group musik gamelan kyai kanjeng. Secara guyon namun serius, Mohammad Sobari mulai tadi malam dinobatkan sebagai kyai-nya kenduri cinta sehingga bisa disebut KSKC (Kyai Sobari Kenduri Cinta) hehe. Selengkapnya, KC tadi malam dihadiri oleh Mohammad Sobari (LKBN Antara), Ikhsanudin Nursi (Pengamat hukum-ekonomi), Burhanuddin (SP Pertamina), Lena (ngakunya sebagai spiritualis). Dan di tengah acara berlangsung, datang seorang kyai dari Pondok Gontor yang bernama Kyai Sahal (bukan Sahal Mahfud lho, cuman sama nama aja). Mungkin memang ada benarnya, bahwa kita saat ini sudah tidak punya kiblat. Kita tidak tahu kita mau ke mana. Segala macam perkara mulai dari Blok Cepu, Kenaikan harga BBM dan Elpiji, Freeport dan semua masalah besar bangsa ini seolah-olah dikerjakan tanpa arah. Hmm…
Subhanallah, Malam ini, lewat tengah malam menjelang acara Kenduri Cinta berakhir, aku melihat sebuah pemandangan yang belum pernah aku saksikan sebelumnya.
Langit cukup terang sesudah sore tadi hujan. Bulan tidak penuh bulat sempurna, tapi posisinya tepat menggantung di atas kepala, dan sinarnya cukup terang. Dan yang mengagumkan, ada lingkaran cincin raksasa berwarna putih mengitarinya, indah sekali.
Aku belum pernah menyaksikan pemandangan seperti ini. SUngguh suatu pemandangan yang indah. Ingin sekali aku membangunkan orang-orang yang aku cintai untuk turut menyaksikan pemandangan indah ini. Sungguh, Allah memang maha kuasa yang menciptakan segala sesuatu dengan penuh keindahan. Subhanallah, Maha Suci Engkau ya Allah.
Masih cerita soal jalan-jalan ke Papua, ada hal yang menarik saya jumpai di Bandara Sentani. Seperti pada sebagian besar bandara, ruang tunggu bandara adalah kawasan bebas rokok.
Namun yang agak lain, di samping stiker dilarang merokok, juga ada stiker yang bertukiskan Dilarang Makan Pinang!!
Ternyata, masyarakat papua punya kebiasaan mengunyah pinang, seperti kebiasaan merokok pada sebagian masyarakat kita. Trus kenapa dilarang mengunyah pinang di bandara? Seperti halnya abu pada rokok, kalau orang mengunyah pinang, tentu saja dia akan meludah. Coba bayangkan kalau mengunyah pinang trus meludah di sembarang tempat, wah.. bandara bisa merah berdarah-darah hehehe
Pada kesempatan kunjungan ke Papua untuk sebuah tugas kantor, perjalanan dari Bandara Sentani ke Abepura melewati tepian sebuah danau yang bernama Danau Sentani. Danau itu cukup indah dan luas, air dan lingkungannya masih bersih. Di salah satu tepian danau terdapat perkampungan penduduk. Dan yang membuat saya sempat melongo sambil geleng2 kepala, di unjung jalan masuk ke perkampungan tersebut terdapat gapura yang bertuliskan: Selamat Datang Anda Memasuki Daerah 100% Wajib Kondom
Heheh, mungkin daerah ini merupakan sentra “suit-suit” sehingga untuk mencegah penularan dan penyebaran HIV di Papua, yang memang sudah terkenal cukup tinggi, maka pemerintah daerah perlu memasang pengumuman seperti itu. Ck.. ck…


