TOP

Man-in-the-middle attack

Lama tak bersua dengan kawanku yang satu ini, kemarin aku ketemu lagi dengan dia. S3trum, begitulah dia menyebut dirinya.  Dia seorang yang mirip2 dengan aku, seneng dengan komputer. Dia juga pernah mengaku (kadang terkesan sesumbar) bahwa dia termasuk sedikit dari penduduk Indonesia yang maniak komputer. Byuh.. kadang aku berpikir dia keterlaluan, lha wong jebolan sekolah komputer sekarang sudah bejibun gitu kok…

Seperti biasa, ketika ketemu dia selalu menyapa dengan kalimat “Piye kabare, su?” Kepret tenan wong iki, tapi ya begitulah tabiatnya. Walaupun bagi sebagian orang kalimat itu terasa kasar, tapi begitulah cara dia menunjukkan keakraban. Seperti layaknya sahabat yang lama tidak berjumpa, kami banyak ngobrol dan bercerita tentang berbagai hal. Salah satu cerita yang menarik darinya adalah dia sedang mengalami apa yang dia sebut sebagai “Man-in-the-middle attack”.

“Gini man, di tempat kerjaku aku kebetulan diajak menjadi panitia lelang pembelian beberapa barang komputer”, demikian dia mengawali ceritanya. Seperti halnya aku, dia juga bekerja sebagai buruh negara, cuman berbeda instansi dengan aku.

“Trus?”

“Trus gini, kami semua sudah melaksanakan proses lelang dan memnentukan calon pemenang, dan sudah kami umumkan pula. Tapi ada kejadian yang baru kali ini kualami”

“Kejadian opo, trum?”

“Kemarin, beberapa pemenang lelang lapor pada kami bahwa mereka baru saja dihubungi seseorang yang mengaku panitia lelang. Si ‘panitia’ itu mengatakan bahwa dia disuruh Bapak P untuk menyampaikan bahwa para pemenang lelang tersebut diminta menghubungi Pak P. Lha anehnya, pak P ini adalah bosku”

“We, lha trus piye?”, aku jadi tertarik dengan ceritanya.

“Ceritanya juga berlanjut, orang yang mengaku ‘panitia’ itu juga mengatakan bahwa bapak P minta sejumlah dana dari para pemenang lelang tersebut untuk suatu keperluan”, S3trum semakin bersemangat bercerita.

“Trus, trus..?”

“Ya tentu saja kami, panitia yang beneran, mengatakan itu tidak benar, lha wong kami juga mengkonfirmasikan itu ke Pak P, dan aku yakin bahwa Pak P itu bukan tipe orang yang seperti itu. Lagian nomor telpon yang dikatakan oleh ‘panitia’ itu sebagai nomornya Pak P jelas-jelas juga bukan nomer beliau kok”

“hmm…”

“Lha jelas, lha wong kami melaksanakan lelang ini benar-benar dengan prosedur yang benar”, kalimate s3trum mulai ora sesua EYD.

“Terusane piye?”

“Ya akhirnya kami, panitia beneran, me-ngomong-i seluruh peserta agar tidak percaya dengan semua yang tidak jelas, apalagi lewat cuma telpon, apalagi meminta dana dan sebagainya. Orang yang mengaku panitia itu, kalau dalam bidang hacking komputer bisa dikategorikan sebagai Man-in-the-middle attack”.

“Opo maneh kuwi artine? Perasaan ndisik pas kuliah ora tahu krungu istilah kuwi”, aku mulai rodo bingung.

“Iku artine, ada orang yang berada ditengah-tengah antara dua pihak, dan memanfaatkan situasi untuk mengambil kenuntungan sendiri”

“O.. ngono”, aku rodo dong sithik. “Tapi pesertamu ono sing terlanjur ngirim ra?” aku penasaran.

“Untunge ora, soale begitu dapet kabar seperti itu, kami langsung menelepon peserta agar berhati-hati”

“Wah, yo syukur nek ngono”

“Iyo man, makane kowe mbesuk nek koyo aku, dadi panitia lelang, ojo macem-macem. Melu-o prosedur sing wis digawe. Ra sah macem-macem, opo maneh main mata. Sepiro sih duwit sing bakal mbok olehi, dibanding harga dirimu? Opo maneh, duwit sing ora bener iku ora bakal barokah”, si s3trum mulai ndalil.

O walah trum, trum…. ning yo suwun trum atas sharingnya

Read More
TOP

Thunderbird problem

Kemarin aku install ulang komputerku, pake os windblows. Kemudian aku install thunderbird. Sebelumnya aku sudah backup email2ku, jadi sesudah install thundirbird aku tinggal copy folder Mail ke folder yang baru.  Awalnya everything is fine, aku bisa download email2 ku via pop3. Tapi itu gak lama, setelah aku install ekstensi enigmail, tiba2 thundirbird ngadat, kagak mau download email. Dia bilang “connection timed out”, dan bahwa prompt untuk minta password pun gak muncul. Udah aku coba install ulang Thundirbirdnya, masih tetep aja. Aku search di internet, ada orang yang mengalami masalah yang sama, dan solusinya cuman sederhana: delete profile lama, trus create profile baru, and copy file2 email dari profile lama ke profile baru and done. Aku dah lakuin and ternyata emang bener. Tapi kan ini aneh…. hmm… program yang aneh :)

Read More
TOP

Jalan Sunyi: EMHA

Tadi malem aku sempatkan main ke Gramed Plasa Semanggi, nyari sticker label CD ama beberapa kertas, dan nengok2 kali aja buku-nya Ian udah keluar, sesudah launching hari sabtu kemarin. Dan ternyata memang sudah ada, langusng aja kuambil satu, tapi harganya hiks… lemburan kemarin langsung ludes.

Bukunya berjudul: Jalan Sunyi: EMHA, ditulis oleh Ian Leonard Betts. Buku ini mengungkap berbagai kegiatan Cak Nun dari berbagai masa, bagaimana dia bergaul dengan berbagai kalangan, mulai dari kalangan bawah sampai para penguasa. Jalan hidup yang dia pilih, karya-karyanya baik itu tulisan maupun kiprahnya dengan atau tanpa Kyai Kanjeng. Buku ini sangant bagus, saya sudah ngefans sama pikiran2 Emha sejak masih SMA, dan semakin menjadi pada waktu akhir2 saya masih di jogja, sampai dengan sekarang. Saat ini sudah sulit mencari karya2 Cak Nun di toko2 buku, dan buku karang Ian ini sangat membantu dalam menelusur siapa dan bagaimana Cak Nun. Semalem aku baru membaca beberapa lembar pertama, testimonial dari beberapa tokoh. Ntar malem deh gw lanjutin pelototin tuh buku.

Read More
TOP

Kubangan Laknat

Kenduri Cinta tadi malam berjudul Kubangan Laknat. Kubangan adalah tempat berkumpulnya berbagai kotoran, dan sering digunakan untuk berendam kerbau, jadi jangan ditanya betapa kubangan itu harus kita hindari. Sudah gitu ditambah laknat pula, wis kubangan, laknat pisan. Itu adalah metafora keadaan bangsa kita saat ini, dan ini tercetus dalam berbagai diskusi tadi malem.

KC kali ini dihadiri oleh Pak Wiranto (mantan pangab), Kyai Budi (jare cak nun: kyaine ciblek semarang hueheh), Cak Kartolo+Nur Buat (duet ludruk suroboyo-an), Ian Leonar Beth (penulis buku Jalan Sunyi Emha), Ibu Lena (spiritualis), Mas Komang (Ketua Pemuda Hindu), Mas Edi (Dosen Uhamka), Pak Munawar Fuad (Sekjen KNPI), dan yang tak kalah heboh (sudah lama sekali aku tidak bersua dan menikmati yang satu ini) group musik Kyai Kanjeng komplit bersama Novia Kolojeng.. eh salah, Novia Kolopaking :D   Wis pokokmen gayeng banget. Tema yang mungkin sebenarnya agak “berat” itu jadi terasa sangat santai. Malah, Pak wiranto sing biasane wong serius, tadi malam sempat ketika digoda oleh Cak Nun:

“Malam ini tidak semarak bila Pak Wiranto tidak bernyanyi, ya.. minimal 4 lagu aja deh”

“Wa.. yo semaput…”

Akhirnya, pak wiranto menyanyikan lagu Tuhan (Lagunya Bimbo), When I Fall in Love (duet ama novia), Yen ing Tawang Ono Lintang (jiann.. mantep tenan), sama satu lagu lagi bersama2 dengan semuanya. Pokonya acara malam tadi dahsyat banget, mungkin karena udah lama banget aku gak menikmati musik Kyai Kanjeng. Mungkin benar kata Cak Nun, pada saat kami semua berkumpul di kenduri cinta, saya jadi mencabut keputusasaan saya atas nasib Indonesia di masa mendatang.

Read More
TOP

Joke: Pengakuan seorang pecandu linux…

Joke in the morning, dapet milis tanya-jawab linux:

Hati hati dengan pecandu linux Very Happy :p

Saya dapat artikel ini dari teman saya pas buka-buka friendster. Lucu juga sih, beberapa cirinya juga ada di saya. Lumayan lah buat refreshing… Anggapan umum masyarakat Ciri ciri Pengakuan Microsoft untuk kemudahan hidup. Mungkin kamu berpikir “ah kalau gue iseng-iseng nyoba Linux, sekali aja..gue nggak bakal ketagihan!” kenyataan membuktikan bahwa Sekali kamu mencoba Linux, kamu bisa ketagihan seumur hidup. Jalan terbaik menghadapi godaan linux adalah dengan tidak mencobanya sama sekali. Sekali kamu ketagihan, efek ketagihannya secara kejiwaan tidak akan hilang seumur hidup. Sekali mencoba Linux, kamu terbelenggu seumur hidup. Sudah terlalu banyak yang berawal dari coba-coba, menjadi ketagihan. (more…)

Read More