TOP

Kubangan Laknat

Kenduri Cinta tadi malam berjudul Kubangan Laknat. Kubangan adalah tempat berkumpulnya berbagai kotoran, dan sering digunakan untuk berendam kerbau, jadi jangan ditanya betapa kubangan itu harus kita hindari. Sudah gitu ditambah laknat pula, wis kubangan, laknat pisan. Itu adalah metafora keadaan bangsa kita saat ini, dan ini tercetus dalam berbagai diskusi tadi malem.

KC kali ini dihadiri oleh Pak Wiranto (mantan pangab), Kyai Budi (jare cak nun: kyaine ciblek semarang hueheh), Cak Kartolo+Nur Buat (duet ludruk suroboyo-an), Ian Leonar Beth (penulis buku Jalan Sunyi Emha), Ibu Lena (spiritualis), Mas Komang (Ketua Pemuda Hindu), Mas Edi (Dosen Uhamka), Pak Munawar Fuad (Sekjen KNPI), dan yang tak kalah heboh (sudah lama sekali aku tidak bersua dan menikmati yang satu ini) group musik Kyai Kanjeng komplit bersama Novia Kolojeng.. eh salah, Novia Kolopaking :D   Wis pokokmen gayeng banget. Tema yang mungkin sebenarnya agak “berat” itu jadi terasa sangat santai. Malah, Pak wiranto sing biasane wong serius, tadi malam sempat ketika digoda oleh Cak Nun:

“Malam ini tidak semarak bila Pak Wiranto tidak bernyanyi, ya.. minimal 4 lagu aja deh”

“Wa.. yo semaput…”

Akhirnya, pak wiranto menyanyikan lagu Tuhan (Lagunya Bimbo), When I Fall in Love (duet ama novia), Yen ing Tawang Ono Lintang (jiann.. mantep tenan), sama satu lagu lagi bersama2 dengan semuanya. Pokonya acara malam tadi dahsyat banget, mungkin karena udah lama banget aku gak menikmati musik Kyai Kanjeng. Mungkin benar kata Cak Nun, pada saat kami semua berkumpul di kenduri cinta, saya jadi mencabut keputusasaan saya atas nasib Indonesia di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email is never published nor shared.

You may use these HTML tags and attributes:<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>