TOP

Asap…

Pada saat boarding di bandara jakarta untuk perjalanan ke pekanbaru, kebetulan di situ ada juga para penumpang boarding yang akan menuju ke pontianak. Perjalanan mereka sudah tertunda (bahasa londo-nya delay) sekitar satu jam. Mereka sudah uring-uringan akibat penundaan tersebut. Tapi mau bagaimana lagi. Delay itu diakibatkan cuaca dan asap akibat pembakaran hutan yang tidak memungkinkan untuk melakukan pendaratan. Kembali ke perjalanan saya, pesawat bernagkat on time. Perjalanan juga lancar. Setelah mengudara sekitar 1,5 jam, pramugari mengumumkan bahwa sebentar lagi pesawat akan mendarat di Pekanbaru. Saya nengok keluar, lho… kok belum nampak daratan? Yang ada masih awan putih agak gelap. Biasanya kalau pramugari mengumumkan akan mendarat, saya bisa melihat daratan di bawah via jendela karena ketinggian pesawat sudah berkurang. Ternyata memang ketinggian pesawat sudah berkurang, hanya saja pemandangan menuju daratan terhalang oleh asap. Ufh.. saya jadi teringat berita di televisi dan cerita teman-teman tentang pendaratan di daerah berasap yang sering mengalami gangguan. Namun akhirnya pesawat bisa mendarat dengan sempurna walaupun, menurut perasaan saya, sempat ngepot sekali ke kanan dan sekali ke kiri. Alhamdulillah…

Ngomong-ngomong soal asap, kenapa ya bangsa ini tidak pernah belaja mengenai pembakaran hutan? Efeknya berantai ke mana-mana, karena memang pada dasarnya udara itudiciptakan bersih, namun kita kotori dengan asap pembakaran yang volumenya hampir diluar kendali alam untuk mengurai. Beberapa saat yang lalu di televisi diberitakan mengenai kecelakaan pesawat di Balikpapan, pihak yang terkait masih belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab kcelakaan. Mungkinkah itu juga akibat asap? Asap apa saja, entah itu asap pembakaran hutan, asap dari mesin pesawat yang tidak normal, atau, meski mustahil, asap rokok pilotnya… Semoga saja kita segera menyadari bahwa asap memang diperlukan, namun harus melihat situasi, kondisi, pandangan dan jangkauan. Contohnya merokok pada waktu dan tempat yang tepat…

Leave a Reply

Your email is never published nor shared.

You may use these HTML tags and attributes:<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>