Jika anda berencana membuat homebrew 2,4 GHz, jangan menggunakan USB wireless DLink DWL-G122, karena saya sejauh yang pernah saya alami, USB wireless jenis ini sangat sensitif terhadap panjang kabel USB. 1538 Saya sudah mencoba menggunakan kabel standard bawaannya, everything work fine. Kemudian saya coba menggunakan kabel USB lain, sepanjang sekitar 3 m, dan ternyata alat ini tidak bekerja. Padahal kabel ini termasuk kelas premium, dan jelas-jelas tidak rusak karena biasa saya gunakan untuk wireless sejenis merk 3Com. Lah, 3 meter aja tidak jalan, bagaimana kalo aku taruh di atap… Jadi, jangan gunakan tipe wireless ini jika anda berencana membuat homebrew, kecuali anda akan berniat menggunakannya di meja kerja yang tidak butuh kabel panjang……
Beberapa waktu yang lalu aku posting tentang antena kaleng, dan inilah foto-foto dari antena kaleng tersebut. Pada awalnya, antena tesebut aku geletakkan di depan pintu seperti ini 1528 , akan tetapi kok kelihatan berantakan ya. Setiap kali akan memakai harus menggelar kabel, dan menggulungnya lagi begitu selesai. Akhirnya kemudian antena tersebut aku pasang di atas pintu seperti ini 1532 dan 1534. Disamping lebih rapi, juga dengan meninggikan posisi, maka sinyal yang didapat bisa lebih stabil dan kuat. Ini grafik dari netstumbler 1536. Tidak terlalu besar memang, tetapi cukuplah untuk antena yang non-LOS (line of sight). Kalau mau lebih kuat lagi, tentunya harus aku naikkan lebih tinggi sehingga LOS itu tadi. Setelah bereksperimen dengan antena kaleng itu, sekarang aku lagi mencoba antena wajanbolic. Sungguh-sungguh dari wajan dab! Kemarin aku dah nitip si Mbak untuk beli wajan, dan sudah aku potong kupigannya. Akan segera ku-post di sini jika sudah berhasil.