Hey world, I just wanna tell you that I’m happy…..
I’m happy…..
Hey world, I just wanna tell you that I’m happy…..
I’m happy…..
By: Novia Kolopaking
Tuhan aku berguru kepadaMu
Tidak tidur di kereta waktu
Tuhan aku berguru kepadaMu
Meragukan setiap yang ku temu
Kelemahan menyimpan berlimpa kekuatan
Buta mata menganugerahi penglihatan
Jika aku tahu
terasa betapa tak tahu
Waktu melihat betapa penuh rahasia Gelap yang dikandung oleh cahaya
Sakderenge nyuwun sewu rumiyin, yen tata bahasaku rada amburadul… Mudheng ra mudheng yooo sumonggo…. :-p
Kangmas LHDP… matur gunging sembah nuwuuuunnn nggih… sampun kersa nyumanggakaken sliraku singgah wonten ing nDalem Kapurnaman… Sakmenika kula nembe sowan ingkang kaping sepisanan mboten mbeto oleh-oleh loh… Lah jare Kangmase mboten remen nyamikan jeee… Nggarahi watuk ! Lah yo kebeneran alias kebetulan, wong lagi bokek koq… (hiks…) Nanging…. Kula badhe protes, unjuk rasa… mosok aku dienteni penampakan’ne? Emangnya thuyul po? Lah wong ayune koyo “Widodari mudhun dari taxi” ngene koq…
Pun njih, sekedar aturing pambuka thok koq… Mangke mawon yen posting maneh arep ngethuprus sing huaaakkeehh… Nuwun,
Wong Ayu
ijo royo royo …. sehijau hatikuuu…
nDalem Kapurnaman punya anggota baru. yang sudah didaftarkan beberapa waktu yang lalu. Kita tunggu penampakan dari anggota baru ini
By: Cak Nun Secara harfiah, husnul khatimah berarti akhir atau kesudahan yang baik. Dalam istilah agama Islam berarti akhir hayat (kehidupan) yang baik. Kebalikannya adalah su’ul khatimah, artinya akhir hayat yang buruk. Akhir kehidupan yang dialami oleh manusia itu sering disebut sakaratul maut. Apakah kita akan mati? Apakah kita akan segera sampai ke garis sakaratul maut ? Lebih rasional kalau pertanyaannya kita balik: apakah kita akan tidak mati? Siapakah yang bisa memastikan bahwa nanti sore atau besok pagi, atau bahkan lima menit yang akan datang, ia pasti akan masih hidup? Puncak ilmu orang hidup adalah mengenai maut. Yang paling masuk akal bagi segala perjalanan ilmu manusia adalah kesadaran bahwa sewaktu-waktu akan mati. Pengetahuan yang paling substansial dan primer adalah bahwa sekarang juga setiap manusia harus siap untuk berakhir hidupnya. Bahwa jisim (badan) manusia tidak hidup abadi. Seorang pengusaha bisa menuliskan rancangan-rancangan bisnisnya pada skala jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, bahkan diproyeksikan sampai 50 tahun ke depan. Akan tetapi kalimat awal dari teks rancangannya sesungguhnya berisi kalimat: Dengan catatan bahwa selama jangka waktu tersebut ia belum meninggal dunia. Seorang politisi sepenuhnya berhak mentargetkan keinginannya untuk duduk di kursi kepresidenan. Seorang sarjana mutlak diperbolehkan meniti karirnya sampai sejauh-jauhnya dan setinggi-tingginya. Tetapi semua itu dengan catatan bahwa berlakunya hanya kalau mereka pasti masih hidup. Itu namanya ilmu orang tua. (EAN/99)