TOP

Melahirkan tanpa rasa sakit, dengan Metode HypnoBirthing. Masak sih?

Yup! Begitulah judul seminar yang kuikuti hari Minggu kemarin, 2 Maret 2008, yang berlokasi di Hotel Sari Pan Pacifik kawasan Thamrin Jakarta.  Pagi itu, jam 8, aku diantar suami naik taxi ke acara seminar yang disponsori oleh produsen susu khusus ibu hamil, dengan wajah sumringah dan dandanan cantik.

Seminar yang dikhususkan untuk para ibu hamil itu lumayan menggelitik. Dari judulnya saja, orang pasti penasaran. Masak iya, melahirkan tanpa rasa sakit? Mau dooong! Dan tak heran bila yang datang rata-rata para ibu muda yang sedang hamil (calon ibu seperti diriku) dan ada juga bidan, perawat bahkan wanita yang belum menikah. Dan ternyata banyak juga bapak-bapak yang ikutan loh! Tahu gitu suamiku pasti ikut. Soalnya pas daftar lewat internet, belum tahu kalau para bapak boleh ikutan daftar. Ada acara relaksasi segala sih, khusus untuk ibu hamil. Jadinya, suamiku hanya menunggu saja, di Starbuck Cafe sambil ngenet, karenanya dia sengaja bawa Laptop dari rumah.

Sebelum acara dimulai, peserta dipersilahkan untuk breakfast dulu. Pukul 09.30 acara dimulai, MC nya Sarah Sechan. Dia cantik dan manis dengan baju terusan ungu kembang-kembang. Sarah mampu membawa suasana seminar menjadi hidup, karena dia jago mbanyol. Pembicara yang hadir adalah dr. Boy Abidin, Sp.OG seorang dokter spesialis kebidanan dan Ahli Penyakit Kandungan. Ibu Lanny Kuswandy, seorang Clinical Hipnotherapist. Ibu Evariny Andriana, penulis buku “Melahirkan Tanpa Rasa Sakit” yang menjadi buku favorit para calon ibu masa kini. Ada juga ahli gizi dari Lactamil, dan bintang tamu artis Nathalie Margaretha.  Banyak sekali peserta seminar yang mengajukan pertanyaan kepada para pakar, sehingga suasana seminar menjadi lebih hidup karena begitu besarnya antusiasme peserta untuk tahu lebih banyak tentang methode hypnobirthing yang “jarene” nggak sakit loh kalau pas melahirkan!  Aku pun begitu ‘nggethu” menyimak paparan yang disampaikan para pembicara. Sambil sesekali bertukar cerita dengan peserta  lain yang duduk semeja denganku, mbak Pipit namanya. Dia sedang hamil 9 bulan. Busyet deh, sudah mau melahirkan masih sempat ikut seminar. Hebat memang ibu-ibu masa kini.  Di acara seminar ini diputar video kelahiran putra pertama Ibu Evariny, sang pembicara. Rasanya merinding dan deg-degan aku melihatnya. Terharu dan gimanaaa gitu. Dari hasil USG 4 dimensi, tampak jelas bagaimana aktivitas bayi yang mungil itu didalam rahim ibunya. Luar biasa, SUBHANALLAH, ALLAHU AKBAR. Aku pun terbayang bahwa di dalam rahimku juga seperti itu, sedang tumbuh bakal manusia yang akan menjadi penerus generasi, permata hati yang dinanti…

Didalam kantung ketuban yang hangat itu bayi bisa berenang, salto, main sepak bola juga loh, menendang, ‘ngemut’ jempol, cegukan, berkedip-kedip, menguap, mengusap telinga, bahkan sudah bisa memegang tali pusat! Wow! Menakjubkan!  Sebelum lunch, acara selanjutnay adalah ‘Relaksasi Hypnobirthing’. Setiap peserta sudah disiapkan ‘pendulum’ yang berbentuk bulat bening dan berantai. Itu adalah alat untuk hypnotis yang sederhana dan boleh dibawa pulang. Selama kurang lebih 15 menit peserta dipandu oleh Ibu Lanny Kuswandi, relaks sejenak dengan ‘pendulum’ bergoyang itu. Dan hasilnya memang relaks banget, aku saja hampir tertidur karenanya. Ternyata untuk rileks dan melepaskan semua beban pikiran itu guampang banget! Tidak perlu jamu, obat, suntikan atau pijet-pijetan! Dan perlu diingat, relaksasi dalam HypnoBirthing ini tidak perlu MANTRA! Yang melakukannya masih dalam keadaan sadar.

Dari seminar ini aku bisa menarik kesimpulan bahwa rasa takut dan panik berdampak negatif pada ibu sejak masa kehamilan sampai persalinan. Dan sebaliknya, rasa tenang dan nyaman memberikan pengaruh positif yang tidak hanya akan dirasakan oleh ibu dan bayi dalam kandungannya, tetapi juga oleh lingkungan sekitarnya, terutama keluarga. Terlebih lagi, rasa tenang akan membuat ibu tidak begitu merasa sakit saat bersalin karena tubuh yang tenang mendorong kesehatan aura dan memancarkan aura yang positif. sebab itulah keseimbangan tubuh-pikiran harus selalu terpelihara, khususnya pada ibu hamil. Dalam hal ini peran seorang suami sangat besar pengaruhnya untuk kesuksesan dalam menjalani therapi ini. Dan aku yakin, suamiku sangat mengerti akan hal itu. Kalau ada lomba suami teladan, suamikulah pemenangnya! Hahahaa…

Seusai lunch, acara dilanjutkan dengan tema Gizi untuk Ibu Hamil dan Menyusui. Sebelum acara usai ada pembagian doorprize. Waktu pulang semua peserta mendapat mug cantik dari Lactamil dan Baby Case dari sponsor.  Tak lupa aku membeli buku-buku bermutu yang nggak jauh-jauh amat dari tema kehamilan dan perawatan baby. Untuk referensi gitu loh. Meski agak mahal tak apalah, demi calon “Pemimpin Dunia” nih! Rasanya aku sudah tak sabar menanti kehadiran buah hatiku… Anakku sayang, Ayah dan Bunda sudah nggak sabar nih, pingin nggendong dede’ baby… Bantu Bunda ya, untuk melahirkanmu dengan selamat, sehat dan tentunya “TANPA RASA SAKIT” hehehe…. Semoga,

Amien….

1 comment. Leave a Reply

  1. Dyann

    kita pgen ngadain seminar serupa tapi kita msih bingung mw hub pembicaranya bisa nta tolong ksih tw… kmana harus mneghubungi beliau??

Leave a Reply

Your email is never published nor shared.

You may use these HTML tags and attributes:<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>