TOP

9 bulan yang menakjubkan

Seperti judul sebuah buku “Sembilan Bukan yang Menakjubkan”. Buku itu menceritakan secara detail mengenai proses kehamilan sampai dengan kelahiran. Saat ini, sembilan bulan yang menakjubkan itu hampir berlalu. Istriku sudah hampir sembilan bulan mengemban misi masa depan kami. Saat ini, kami sedang menghitung hari, menunggu detik-detik saat buah hati kami akan lahir ke dunia dan bertemu dengan kami, orang tuanya.

(sembilan bulan yang lalu)

Sesudah sholat subuh, Lukman tidur kembali. Dia masih mengantuk karena semalaman hadir di acara Kenduri Cinta di Taman Ismail Marzuki dan baru pulang jam 3 pagi. Sementara Denok, sesudah sholat langsung beres-beres rumah, dan tiba-tiba berteriak “Ayah, setripnya dua!”. Lukman yang masih setengah sadar hanya bilang “ya… oke..hore” dan membuat Denok jadi sebel. Jam 8, Lukman bangun beneran dari tidurnya. Tiba-tiba dia teringat bahawa istrinya tadi pagi bilang soal strip. Bergegas dia menemui istrinya. “Bun, tadi bunda bilang setripnya dua?” “Iya, nih lihat yah, setripnya ada dua” “What..?? Alhamdulillah” Dan keduanya berpelukan bahagia.

Sebulan sebelumnya, Denok telah berhenti dari pekerjaannya dengan harapan bisa lebih punya waktu mengurus keluarga Dan dengan kabar itu, Denok semakin matap untuk menjadi Ibu Rumaha tangga sejati. … Denok diantar oleh suaminya menemui dokter di Harapan Kita, dan kabar menggembirakan itu dibenarkan oleh dokter. Selanjutnya tiap bulan mereka berdua rutin menemui dokter untuk memeriksakan kondisi kehamilan Denok. … selanjutnya berbagai seminar mengenai kehamilan dan anak-anak sering mereka datangi dengan tujuan agar lebih memahami peran sebagai calon orang tua. Sampai sekitar 7 bulan kemudian akhirnya mereka berbelanja berbagai kebutuhan bayi, mulai dari baju, perlak, popok, minyak-minyak bayi dan sebagainya. …

Sebulan kemudian, Denok akhirnya tinggal di Pacitan, kampung halaman mereka berdua, dalam rangka mempersiapkan diri menanti hari-hari kelahiran buah hati Denok dan Lukman. Meskipun berpisah secara fisik, hati mereka tidak pernah merasa jauh. Mereka ikhlas menerima keadaan itu demi cita-cita besar mereka, membesarkan keluarga. Insyaallah sebentar lagi nDalem Kapurnaman akan memiliki anggota keluarga baru. Mereka tak henti-hentinya berdoa agar Allah memberikan kemudahan dan kelancaran dalam proses kelahiran dan segala hal yang menyertainya.

(Saat ini)

Begitulah perjalanan keluarga kami sampai dengan saat ini. Aku sudah mencatat jadwal penerbangan semua maskapai rute Jakarta-Jogja dan Jakarta-Solo. Jadi sewaktu-waktu ada panggilan ke Pacitan, aku langsung mencari penerbangan yang waktunya paling dekat dan secepat mungkin langsung menemui istriku. Ya Allah, semoga Engkau memberi petunjuk dan kemudahan kepada kami. Amin…

Read More
TOP

I love you, bunda+dedek

Baru saja aku menutup teleponku setelah lebih dari setengah jam aku menelpon istriku. Ya, saat ini aku tidak serumah dengan istriku. Ini minggu kedua aku tingal sendirian di kontrakanku ini. Istriku sekarang tinggal di kampung halamanku di Pacitan. Demi kelahiran calon buah hatiku, istriku rela berpisah sementara denganku. Di ibukota Indonesia ini fasilitas rumah sakit memang paling bagus, tetapi sebagai pasangan baru, di kota ini kami hanya berdua. Tidak ada sodara dekat yang tinggal bersama kami. Aku sendiri sering bertugas ke luar kota. Dan jika di saat-saat seperti itu ada fase-fase terjadi pada proses calon buah hati kami, maka tidak ada yang lain yang bisa diharapkan selain bantuan dari keluarga dekat yang sudah berpengalaman. Maka dengan pertimbangan seperti itu, kami berpisah kota untuk sementara, sekali lagi, untuk sementara. Berpisah untuk berkumpul kembali.

Setelah menutup telepon tadi, aku mandi trus bersantai sambil memutar video konser Andrea Bocelli. Ada yang lain… Biasanya aku menikmati viceo ini bersama istriku tercinta, sekarang aku menikmatinya sendiri. Tiba-tiba ada rasa rindu yang menyeruak di dada ini di sela suara flamboyan dari Andrea. Kebersamaan itu begitu berharga. Cintaku, terima kasih engkau telah menemani hidupku Cintaku, terima kasih engkau rela berpisah demi buah cinta kita, demi hidup kita.  I love you, bunda+dedek :-)

Read More