TOP

Khaizuran Pandu Purnomo

Alhamdulillah, telah lahir anak kedua kami pada tanggal 24 Oktober 2010, di RSUD Pacitan. Pangeran kecil ini lahir dengan berat 3,25 kg. Selamat datang anakku, selamat bergabung bersama ayah, bunda dan kakakmu Yasira.

Proses kelahiran pangeran kecil ini sempat mengalami sedikit hambatan, dan alhamdulillah tidak sampai harus menjalani operasi Caesar. Namun dengan pertimbangan medis, sehari kemudian pangeran ini kami bawa ke PKU Muhammadiyah Surakarta untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik. Dan Alhamdulillah saat ini pangeran ini sudah sehat, montok dan sudah bisa tersenyum ketika diajak ngobrol :-)

Ngantuk 1

mm... uzan ngantuk, bunda..

Ngantuk 2

Uzan bobok aja ah....

Pangeran kecil ini kami beri nama Khaizuran Pandu Purnomo, yang artinya:

Khaizuran: Ketua, pemimpin, bambu, rotan
Pandu: penunjuk arah, nama tokoh pewayangan
Purnomo: bulan purnaman, nama keluarga purnomo

Nama ini adalah doa dan harapan bahwa kelak dia akan menjadi seorang pemimpin yang kuat yang dapat menjadi panutan/arahan menuju kecemerlangan seperti bulan purnaman. Amiin

Ya Allah, berikan kesehatan, kekuatan dan kemudahan dalam hidup kami.

nDhaplang

Kalo aku ndhaplang, kelihatan besar dan panjang ya...? Apanya..??

2 comments. Leave a Reply

  1. Alhamdulillah… Masih di dalam rahim aja sudah penuh kejutan! HPL 20.10.2010, hmm… tgl cuantik!

    Ketika memasuki usia 6 bulan dlm kandungan, dokter bilang ini ‘cewek’ (lagi).
    Usia 7-8 bulan masih sungsang, dan sudah ancang2 mau dicaesar, ambil tgl 10.10.2010, doktere udah OK!
    Usia 9 bulan Alhamdulillah posisinya sdh ‘mbalik’, rencana caesar dicancel! Dan diketahui juga bahwa ternyata dia ‘cowok tulen!’
    Pas lahir kebelit tali pusar 2 ubetan! Trus posisinya ‘mlumah’, sedianya hendak dicaesar! Tapi Gusti Allah menggariskan lain, bila jagoan kecil kami ini bisa lahir normal alias alami tanpa perlu pembedahan, Alhamdulillah.

    Masih ada kejutan selanjutnya… Tunggu ya, blog Bunda segera dishare… :-)

  2. O K

    …. “Ngelmu Pring” yang kemudian dijadikan lagu hip hop oleh kelompok musik Jogja Hip-Hop Foundation ini menyiratkan banyak nilai luhur.

    Bambu, katanya merupakan tanaman yang sangat dekat dengan kehidupan orang Jawa. Kita bisa belajar dari hal yang akrab dengan hidup kita. Satu contoh frase yang menyebut “Pring wuluh, urip iku tuwuh, aja mung embuh, ethok-ethok ora weruh” (bambu wuluh, hidup itu bertumbuh, jangan cuma bilang tidak tahu, pura-pura tak tahu) menyatakan bahwa sebagai makhluk sosial, kita hidup saling melengkapi.
    Dewasa ini banyak dari kita yang hidup sebagai makhluk individualis. Kita menganggap bahwa kita bisa hidup sendiri dan bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Kita diciptakan Tuhan untuk saling melengkapi. Kita diciptakan dengan kelemahan dan ketidaksempurnaan. Ketika ada yang mengalami susah, maka sudah selayaknya kita membantunya. Kita hendaknya peduli dengan sesama dan jangan bersikap acuh tak acuh.

    http://m.kompas.com/news/read/2011/11/21/19405518/Nilai.Luhur.dalam.Bambu

Leave a Reply

Your email is never published nor shared.

You may use these HTML tags and attributes:<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>