Pasti kita sudah pernah ada orang menyebut “Kotak Pandora”, iklan
seminar motivasi-nya Pak Tanadi juga menyebut kotak pandora.
Namun, apakah sebenarnya kotak pandora itu? Apa bedanya kotak
pandora dengan kathok pandora? halah… plesetan :p
Kembali ke pandora, saya menemukan beberap sumber cerita mengenai
kotak pandora, yang intinya bahwa kotak tersebut adalah sebuah kotak
misteri yang isinya berbagai macam masalah, kesengsaraan, kemalangan
dll. Satu2nya hal yang baik yang ada dalam kotak tersebut adalah
“harapan”. Harapan inilah yang bisa melindungi manusia semua hal
yang buruk tadi.
Silahkan dibaca sendiri di
http://mpokb.blogdrive.com/archive/73.html
http://musyawarahbuku.wordpress.com/2008/01/18/hikayat-kotak-pandora/
http://andress.wordpress.com/2006/08/21/kotak-pandora/
versi wikinya http://en.wikipedia.org/wiki/Pandora%27s_box
Tugas UAS mata kuliah Rekayasa Kebutuhan dan Desain Sistem Informasi
Dosen:
Fajar Baskoro, S.Kom., MT
Yang mengerjakan:
- Lukman Hadi Dwi Purnomo
- Tumpal P Silitonga
- Yaomi Awalishoum Istiqlal
Dokumen Laporan bisa diunduh di sini
Dokumen hasil export Rational Rose bisa dilihat di sini
File presentasi bisa diunduh di sini
Sebelumnya, mohon maaf kalo judulnya terlihat kasar. Akan saya jelaskan kenapa kalimat di atas bisa muncul.
Mbah Surip, nama itu saat ini begitu tenar. Hampir setiap hari di televisi maupun radio selalu terdengar lagunya antara lain: Tak Gendong, Bangun Tidur, Telor Mata Safi dll. Saya mengenal (lebih tepatnya mengtahui) keberadaan mbah surip ini sudah lama, jauh sebelum dia terkenal sepeti sekarang ini. Mungkin akhir 2005 atau awal 2006 saya mulai sering datang ke acara Kenduri Cinta, yang rutin diadakan di TIM. Di acara tersebut, mbah surip juga sering muncul dan menghibur para jamaah.
Menurut Cak Nun, sudah belasan tahun Mbah Surip menemani Cak Nun di forum Padhang Mbulan dan Kenduri cinta, dan dari belasan tahun itu, Mbah Surip selalu menemani jamaah dengan lagu yang itu-itu saja “Tak Gendong”, “Bangun Tidur”, “Telor Mata Safi”, “Uka-uka” dan beberapa lagu lainnya. Dan setiap kali memetik gitar di depan jamaah, Mbah Surip selalu bercerita bahwa lagunya diciptakan ketika di Yordania, Mesir dll. Dan hebatnya, setelah belasann tahun bernyanyi dengan lagu yang sama dan pengantar yang sama, sampai saat ini tidak ada satu jamaahpun yang tidak tertawa kalau Mbah Surip naik podium. Kehadiran Mbah Surip adalah sebuah karunia Allah, yang dari sana kita bisa memetik pelajaran berharga bahwa untuk bisa bahagia itu ternyata sangat sangat sederhana.
Tertawa-tertawa, bernyanyi, memetik gitar, nyruput kopi, merokok, kadang mengaji kalau pas lagi insyaf, sambil sesekali merasa sedikit pinter sehingga perlu mengobrol mengenai Indonesia. Itulah dinamika Kenduri Cinta.
Kembali ke subyek di judul. Cak Nun pernah mencoba menerjemahkan keberadaan Mbah Surip dengan “othak-athik mathuk” bahwa Surip itu berasal dari dua kata yaitu Asu dan Urip. Asu, itu berarti cinta (silahkan tanyakan kepada budayawan dan seniman manapun di jogja, pasti akan bilang demikian), bisa juga berarti ber- (Su-harto artinya berharta atau penuh harta). Sedangan Urip, artinya hidup. Jadi Mbah Surip itu berarti penuh dengan kehidupan, kehidupan yang penuh. Dengan hal apapun yang sederhana, Mbah Surip sudah berbahagia, dan kebahagiaan itulah inti kehidupan.
Aku sangat salut dengan way of life yang dipilih Mbah Surip. Banyak yang bilang bahwa beliau sebenarnya berasal dari keluarga kaya, beliau juga sebenarnya cukup educated. Tapi dengan semuanya, dia memilih way of life menggelandang di TIM dan sekitarnya, dan tetap berbahagia. Saat itu, selain kenduri cinta dan padhang mbulan, mungkin tidak ada yang kenal dan peduli dengan Mbah Surip.
Sekarang, semua orang kenal Mbah Surip. Mbah Surip juga sudah punya uang sangat banyak dari hasil rekaman dan Ring Back Tone. Semoga itu semua membawa kebahagiaan yang berlipat-lipat bagi seorang Surip. Aku tidak menyesalkan langkahnya, jutru aku mensyukurinya. Yang aku penasaran saat ini adalah: Bagaimanakah komentar Cak Nun?
Ada yang tahu?
Dalam proses browsing malam ini, tiba-tiba nemu majalah infolinux versi PDF edisi Januari 2006 (kalo nggak salah) di vlsm.org
Apa yang istimewa dari majalah itu? Nggak ada sih, biasa aja. Tapi cobalah iseng-iseng untuk melihat halaman terakhirnya:
http://www.bebas.vlsm.org/v22/InfoLinux2006/pdf_linux_0106/06-09_profil_01.pdf
Ternyata, pasang iklan di blog itu sussah-susah gampang ya. Bermula dari rasa iseng untuk ikut berpartisipasi dalam memungut rupiah dari blog, saya mencoba mendaftar adsense. Namun ternyata saya merasa kesulitan dengan menu dan fitur-fitur adsense.
Akhirnya saya beralih ke adbrite. Saya merasa nyaman dengan adbrite karena menu dan fiturnya simple. Script sudah saya pasang di sidebar blog, namun ternyata eh ternyata, ndak ada yang berminat pasang iklan di blog nDalem Kapurnaman haha. Mungkin hit-nya terlalu sedikit kali. Space iklannya kosong teruss….
Akhirnya, mencontek blognya Mbah Ali, saya daftar di adsensecamp, broker iklan dari indonesia. Semoga kali ini bisa menjadi starting point bagi saya dalam dunia periklanan di web.
Bagaimana dengan anda? Punya pengalaman dengan adsense, adbrite, adsensecamp dan sejenisnya?
Beberapa saat yang lalu, dalam perjalanan dari Solo ke Semarang, saya kehilangan handphone. Sebelum sampai di boyolali, ada seorang wanita berbaju merah naik bis dan duduk di samping saya. Di boyolali, saya sempat melakukan panggilan telepon, kemudian handphone saya masukkan ke dalam saku bagian dalam jaket saya. Sekali lagi, saku bagian dalam dari jaket saya. Di pangkuan saya, ada tas berisi pakaian dan notebook. Selanjutnya, saya tidak tahu kapan saya mulai tertidur, karena memang waktu sudah malam, sekitar pukul 10 malam.
Sampai di Ungaran, saya terbangun. Ketika saya berniat melihat jam di HP, baru saya sadar kalau hp saya sudah tidak berada di tempatnya. Wanita yang duduk di sebelah saya sudah tidak ada. Saya periksa lagi saku-saku saya, dan saya menemukan bahwa saku saya dirobek dengan benda tajam, sehingga hp saya bisa dicuri.
Wah, saya masih setengah tidak percaya bahwa handphone saya benar-benar hilang.
Akirnya, setelah sampai di Semarang, dari penginapan saya meminjam handphone cleaning service. Sekitar pukul 01.15 saya melaporkan ke *****msel untuk melakukan pemblokiran nomor saya, namun ternyata masih ada masalah. Menurut staf CS *****msel, sedang ada masalah di aplikasi pemblokiran, sehingga nomor saya belum bisa diblokir. Wah, trus saya nanya, jika terjadi penyalagunaan atas nomor saya, sedangkan nomor saya belum diblokir walaupun saya sudah melaporkan, apakah bisa saya claim untuk dihapus dari tagihan? CS tersebut menjawab tidak bisa. Wah, bagaimana ini, kesalahan kan ada di sana, aplikasinya sedang bermasalah.
Tapi anyway, saya berharap nomor saya segera bisa diblokir.
Bagaimana dengan anda? apakah pernah mengalami masalah seperti saya? Kehilangan handphone? Bermasalah dengan pemblokiran dari operator?
Barusan saya sms-an sama MR, kawan seruangan dulu di Jakarta, ngobrolin mengenai BP, kawan eks-seruangan juga namun sudah pindah ke kantor cabang di Jakarta. Si BP ini tahun yang lalu mendapatkan beasiswa S2 dari sebuah lembaga perencanaan milik pemerintah untuk kuliah S2 di Makassar. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya BP memutuskan untuk tidak mengambil beasiswa tersebut. Nampaknya dia juga sudah agak melupakan mengenai beasiswa tersebut.
Namun mungkin memang sudah rejeki dia, ternyata namanya dimasukkan ke semacam “waiting list” oleh lembaga pemberi beasiswa tersebut, sehingga tahun ini dia diberikan kesempatan lagi. Kali ini dia mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan kuliah S2 di Malang. Dan, informasi terakhir BP berencana untuk mengambil kesempatan tersebut.
“Kalo memang rejeki nggak akan ke mana” kata MR
Betul pak, saya setuju. Jadi, selamat but Pak BP dan Bu AW. Semoga ilmunya bisa bermanfaat bagi nusa bangsa, dan tentu saja bagi pribadi dan keluarga.
Ayo sekolah……
Dalam berbagai undangan seminar, presentasi ataupun semacam itu, sering saya jumpai kata RSVP. Selama ini saya cuek, saya pikir itu artinya “reservasi tempat”. Namun lama-lama iseng juga, apa sih arti sebenarnya RSVP itu?
Jika Anda berminat, mohon RSVP dengan menelepon 021 – 5140 2xxx / 021 – 912 4xxx atau dengan log in to www.ibm.com/events/id/ismsoa2009
Dari situs wikipedia didapati bahwa RSVP berasal dari bahasa Perancis Répondez s’il vous plaît yang artinya “please respond”.
http://en.wikipedia.org/wiki/RSVP
http://people.howstuffworks.com/question450.htm
Surabaya®, yeah… kotaku kini kutinggal (saiki aku tinggal disini, gitu maksudnya
). Meski beberapa tahun lalu sempat numpang ngangsu kawruh di kota ini, rasanya koq asiiiinggg bwangets ya. Dulu kayaknya mall gak sesubur sekarang, paling TOP Te-Pe, Galaxy, Delta… saiki wew! ana cito, sutos, pakuwon, royal, maspion, gyant, trus kerfur mblasah nang endi2… hmm! Sudah nyaingi Jakarta reeekkk!
Joke ini sebenarnya joke lama, saya lupa di mana saya membaca joke ini. Istri saya selalu ketawa kalau saya cerita joke ini. Saya tulis ulang joke-nya.
—
Di sebuah kantor kelurahan, terjadi tanya jawab antara seorang petugas dan seorang warga.
“Bapak Tono, keperluannya apa pak?”
“Saya bermaksud membuat KTP, pak”
“Formulirnya sudah diisi?”
“Sudah, ini pak”
Si petugas membaca formulir yang sudah diisi tersebut.
“Tertulis nama bapak H.Tono Martono SH. Bapak sudah naik haji?”
“Belum pak”
“Lha ‘H’ ini artinya apa?”
“H artinya Hartono pak”
“O…” petugas mulai manggut-manggut. ” Jadi nama bapak Hartono Tono Martono SH, betul?”
“Betul pak”
“Gelar bapak SH, Sarjana Hukum, alumni dari mana pak?”
“M.. anu pak, SH itu bukan sarjana hukum pak”
“Lha trus apa?”
“M.. itu nama saya juga, SH artinya Sartono Hartono”
“Wha..?? jadi nama lengkap bapak..??”
“Hartono Tono Martono Sartono Hartono“
Gubrak…
“Dasar biapakmu tu nggak kreatif bikin nama, cuman diulang-ulang aja”
